Blog EntryBahasa part.IMay 9, '08 5:39 AM
for everyone

Satu statement yang harus diperhatikan jika mempelajari Bahasa; “Bahasa selalu berubah seiring dengan budaya dan kehidupan sosial manusia”. Maka dari itu, siapapun yang mempelajari bahasa, harus dengan sigap menyaring segala perubahan yang terjadi dalam bahasa, baik itu bahasa ibu sendiri maupun bahasa asing.

Mempelajari bahasa memang memiliki suatu kesenangan tersendiri dan juga tak lepas dari kesusahan. Banyak yang menikmatinya, banyak pula yang menghujatnya. Apalah arti pembelajaran bahasa jika kita sendiri tahu bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut? Apalagi jika bahasa itu adalah bahasa ibu kita yang sedari ‘bayi’ pun kita telah menguasainya. Lalu, untuk apa mempelajari bahasa? Apa ada hal khusus di balik itu?

Mari kita telusuri lebih jauh lagi soal perbendaharaan kata bahasa kita. Apakah bahasa yang kita gunakan sehari-hari itu adalah bahasa yang benar? Suatu hari salah seorang teman saya berkata, “Lo gak kuliah?”. Tentu saja sesuai rumus bahasa sehari-hari saya menjawab, “Ntar lagi”. Tetapi, tiba-tiba saja satu hal yang menjadi buah pikiran pertanyaan saya, apakah kata-kata yang saya dan teman saya pakai itu benar adanya.

Mari kita garis bawahi kata Kuliah, bukankah lebih baik dan lebih ‘pantas’ jika kita menggunakan kata ‘masuk kelas’, karena dengan menggunakan kata ‘kuliah’ berarti satu subyek mempertanyakan kegiatan kita yang lebih mengarah ke profesi kita. Dengan pasti berarti dia mempertanyakan apakah kita (selepas masa SMA) menjalani masa kuliah atau tidak. Akan tetapi, konteks sebenarnya kata ‘kuliah’ telah berubah karena digunakan pada kalimat yang tidak tepat. Sontak, pada saat itu saya berpikir apa yang seharusnya saya jawab. Apakah “Gue kuliah kok, trus ngapain gue jadi mahasiswi?” atau balik lagi ke jawaban saya sebelumnya, “Ntar lagi”?

Perubahan konteks dan arti sebuah kalimat atau sebuah kata inilah yang menjadi tak kasat mata. Sayangnya, saya tak memiliki pengetahuan yang cukup untuk membahas ini lebih jauh. Tapi saya dengan akan senang sekali meneliti perubahan yang sedang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Satu lagi pertanyaan yang harus dicamkan dalam buah pikir manusia; apakah mempertahankan bahasa yang benar adalah salah satu wujud mempertahankan budaya nasional atau bukan?


princeofbatavia wrote on May 9
kalo : lo ga ngikutin kuliah?
bener ga?
halfdyah wrote on May 9
reafr said
apakah mempertahankan bahasa yang benar adalah salah satu wujud mempertahankan budaya nasional atau bukan?
apa pergeseran konteks bahasa, salah satu wujud pergeseran budaya?
reafr wrote on May 10
ya,bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari kita..
contohnya untuk kata 'hostes',itu kan arti sebenarnya adalah nyonya rumah,justru sekarang malah negatif artinya,..
coba kamu cermati, bahasa yang ada semakin lama semakin berubah..
justru bahasa Indonesia mulai tergeser oleh penggunaan bahasa asing yang sering dicampur ke dalamnya,.
mungkin kata orang untuk melatih atau apalah..
tapi, bukankah lebih baik lagi jika kita mempertahankan budaya kita tanpa adanya suatu pergeseran tapi kitapun tetap membangun bangsa ini...dengan begitu bahasa kitapun akan tetap murni, baik dari konteksnya atau bentuknya..
menurut kamu?
reafr wrote on May 10
kalo untuk konteks bahasa jaman sekarang ini,mungkin aja benar adanya..
lagian kita pakai gaya bahasa seperti itu di keseharian kita,..
gak mungkin juga kita pakai kata baku untuk sehari-hari kan?
kalau untuk sekarang sih, 'selama orang ngerti yaa mbok ya nda opo2 toh'..
tapi,alangkah baiknya jika kita menggunakan kata yang tepat dan benar..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help